Tazkiyatun Nufus

Ridho Terhadap Musibah Melahirkan Hidayah

Sabtu, September 12, 2015



Ridho Terhadap Musibah
Melahirkan Hidayah

Bismillah, Assalamu’alaykum warahmatulloh...

Pena di angkat dan mengering seperti itulah takdir. Semua insan pasti mempunyai takdir masing-masing. Takdir baik dan takdir tidak baik, baik takdir yang tidak bisa dirubah oleh manusia dan takdir yang bisa dirubah oleh manusia dengan ikhtiyar dan do’anya. Yang Alloh ciptakan pertama kali adalah pena dan Alloh Ta’ala memerintahkan pena untuk menulis dari awal penciptaan hingga nanti datangnya hari Kiamat itu sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz.
Hari Jum’at (11 September 2015) kemarin adalah hari dimana Alloh memberikan cobaan kepadaku. Alloh sangat sayang dan cinta kepadaku karena Dia masih memberikan cobaan kepadaku dan Alloh ingin memberikan pahala tanpa batas bagi hamba-Nya yang bersabar. Kehilangan handphone yang memang harganya tidak mahal sekitar 200 ribu-an. Tapi bagi aku handphone seharga tersebut sudah sangat cukup untukku karena buat aku pribadi yang penting bisa buat komunikasi kepada sanak saudara. Aku sadar setelah ingin sms teman dan mencari dimana-mana tak menemukanya. Aku berusaha mengingatnya dan aku menyadari bahwa aku sempat berada di salah satu mushola dekat kost, Qodarrullohhandphone tersebut sudah tidak ada. Ada ibu-ibu yang sedang duduk di serambi mushola, aku pun bertanya,

Aku     : Maaf  bu, apa ibu tadi sholat di mushola ini (saat itu sekitar jam 9 nan)
Ibu       : Iya
Aku     : Maaf apa ibu mengetahui ada handphone yang tertinggal di sini ?
Ibu       : Ndak tahu saya

Akhirnyaaku pun berterima kasih karena sudah mendapat info dan aku balik ke kost. Sampai kost saat de’ Saif (anakku yang berusia 5 bulan) sedang tidur, tidak terasa air mata pun berjatuhan di pipi entah karena merasa kecewa atau apa aku sendiri pun tidak mengetahuinya. Ingin marah tapi marah kepada siapa? Akhirnya aku pun berkata kepada diriku sendiri “semua ini takdir Alloh, yakin Alloh pasti telah menyiapkan ganti yang lebih bagus untukku”. Aku pun teringat salah satu hadits Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam yang di ucapakan saat tertimpa musibah : 

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

(Inna lillahi wa innaa ilaihi rooji’uuna. Allohumma’jurnii fi musiibatii wakhluf lii khoiroon minha)

Artinya :” Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Alloh berikanlah pahala kepadaku di dalam musibah (yang) menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik darinya ”.
Ya semua itu Qodarrullah yang telah Alloh siapkan bagiku.Alloh Ta’ala berfirman yang artinya

“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Alloh. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh (bersabar) niscaya Aloah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Alloh-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS At Taghaabun: 11)

Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Qar’awi mengatakan, “Di dalam ayat ini Alloh Subhanahu wa Ta’ala menginformasikan bahwa seluruh musibah yang menimpa seorang individu di antara umat manusia, baik yang terkait dengan dirinya, hartanya atau yang lainnya hanya bisa terjadi dengan sebab takdir dari Alloh. Sedangkan ketetapan takdir Alloh itu pasti terlaksana tidak bisa dielakkan. Alloh juga menyinggung barang siapa yang tulus mengakui bahwa musibah ini terjadi dengan ketetapan dan takdir Alloh niscaya Alloh akan memberikan taufik kepadanya sehingga mampu untuk merasa ridho dan bersikap tenang tatkala menghadapinya karena yakin terhadap kebijaksanaan Alloh. Sebab Alloh itu Maha Mengetahui segala hal yang dapat membuat hamba-hamba-Nya menjadi baik. Dia juga Maha Lembut lagi Maha Penyayang terhadap mereka.” (Al Jadiid, hal. 313).

Alqamah, salah seorang pembesar tabi’in, mengatakan, “Ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Alloh maka dia pun merasa ridho dan bersikap pasrah kepada-Nya.”

Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang perkataan Alqamah ini:
“Ini merupakan tafsir dari Alqamah -salah seorang tabi’in (murid sahabat)- terhadap ayat ini. Ini merupakan penafsiran yang benar dan lurus. Hal itu disebabkan firman-Nya, ‘Barangsiapa yang beriman kepada Alloh niscaya Alloh akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ disebutkan dalam konteks ditimpakannya musibah sebagai ujian bagi hamba. ‘Barangsiapa yang beriman kepada Alloh,’ artinya ia mengagungkan Alloh Jalla wa ‘ala dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. ‘Niscaya Alloh akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ yakni supaya bersabar. ‘Alloh akan memberikan hidayah ke dalam hatinya’ supaya tidak merasa marah dan tidak terima. ‘Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya,’ yakni untuk menunaikan berbagai macam ibadah. Oleh sebab itulah beliau (Alqamah) berkata, ‘Ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan karena dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Alloh maka dia pun merasa ridho dan bersikap pasrah kepada-Nya.’ Inilah kandungan iman kepada Allaoh; ridho dan pasrah kepada Alloh.” (At Tamhiid, hal. 391-392).

Dari ayat di atas kita dapat memetik banyak pelajaran berharga, di antaranya adalah:
  1. Keburukan itu juga termasuk perkara yang sudah ditakdirkan ada oleh Alloh, sebagaimana halnya kebaikan.
  2. Penjelasan agungnya nikmat iman. Iman itulah yang menjadi sebab hati dapat meraih hidayah dan merasakan ketenteraman diri.
  3. Penjelasan tentang ilmu Alloh yang meliputi segala sesuatu.
  4. Balasan suatu kebaikan adalah kebaikan lain sesudahnya.
  5. Hidayah taufik merupakan hak prerogatif Alloh Ta’ala.(Al Jadiid, hal. 314).
Saat kita tertimpa suatu musibah atau sesuatu yang tidak menyenangkan bagi diri kita, harta kita. Selayaknya bagi seorang muslim adalah bersabar atas musibah tersebut. Meyakini bahwa segala sesuatu yang menimpa diri kita baik itu hal baik atau hal tidak naik pasti sudah atas izin-Nya. Semoga kita termasuk orang yang bersabar dalam mengahadapi segala musibah. Aamiin.

Wassalamu'alykum warahmatulloh...

Ps: Sebagian me-repost dari artikel Muslim.or.id

Ikov_Bia

You Might Also Like

0 komentar