Bicara masalah jodoh
tentu tak akan terlepas dari namanya kekuasaan AllohTa’ala. Dia-lah yang
telah menciptakan manusia berpasang-pasangan dan telah menetapkan segala
sessuatu dengan kadarnya. Tak lepas dari itu adalah urusan jodoh. AllohTa’ala
pun telah menetapkan siapa jodoh setiap pribadi sejak ia belum terlahir ke
dunia. Sehingga tak seorang pun mengetahui siapa jodohnya, kapan dan dimana
akan mati, bagaimana rizky dalam hidupnya, menyenangkankah atau sengsarakah...???
Semua menjadi rahasia Illahi.
Karena urusan jodoh
pun sulit diprediksi dan sering mengejutkan. Ada pengalaman pribadi, aku sempat
dekat dengan seorang ikhwan sampai aku merasa dialah jodohku kelak bahkan aku
pernah berdo’a untuk di jodohkan dengannya. Bermimpi menjadi pasangan serasi
dan menyatu dalam ikatan suci bernama pernikahan, ternyata kami tak sampai
jenjang pernikahan tersebut.
Itulah rahasia
jodoh, tak ada seorang pun yang menjaminnya. Kadang orang yang sudah nampak
sudah serasi dan mungkin pernikahn tinggal di depan mata tak terlaksana jua.
Namun ada orang yang dulunya ndak salaing mengenal, bahakn mungkin saling benci
menjadi pasangan hidup yang serasi dan bahagia. Adakalanya juga seseorang yang
berparas menarik dengan sekian kelebihan tak kunjung menemukan jodoh.
Sebaliknya yang biasa-biasa saja justru cepat menikah.
Jodoh tanda kekuasaan AllohTa’ala, AllohTa’ala menciptakan manusia
dengan pasangannya. Pasanag pria adalah wanita. Ini adalah fitrah yang lurus,
berpasangannya pria dengan wanita dalam ikatan pernikahan adalah salah satu
dari sekian banyak tanda kekuasaan AllohTa’ala di muka bumi. Jodoh yang AllohTa’ala
tentukan bagi seseorang tidak akan pernah keliru dengan milik orang lain. Tidak
pernah tertukar. Renungkanlah, bagaimana seorang ikhwan yang tinggal di pulau
Jawa tiba-tiba saja bisa berjodoh dengan putri dari Sumatra. Oleh karena itu
dalamAl-Qur’an, Alloh Ta’ala menyebutkan,
“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum
yang berfikir “ (QS : Ar-Ruum : 21)
Jodoh tak pernah lari. Karena AllohTa’ala telah menentukan jodoh masing-masing
orang secara pasti maka jodoh tersebut tak akan pernah lepas dari kita.
Meskipun terhalangi oleh tujuh lautan, tujuh pulau, dan tujuh orang. Tetap saja
jodoh kita akan tiba dihadapan kita kelak. Demikian pula sebaliknya, meskipun
dikejar belasan atau puluhan tahun dengan berbagi cara tapi bila tak berjodoh
maka bubar juga akhirnya. Oleh karena itu jemput saja jodoh kita dengan
cara-cara elegan dan legal menurut syari’at. Jadi upaya-upaya dalam menjemput
jodoh tersebut tidak ternodai oleh kesalahan dan dosa-dosa. Meskipun berpacaran selama bertahun-tahun tak menjadi
kepastian dia menjadi jodoh kita.
Terlalu sering menjadi seseorang mendapat jodoh bukan pacar yang ia ajak
maksiat sepanjang hari. Sudah tidak berjodoh malah dapat dosa lagi, naudzubillahi
min dzalik. Jodaoh tak beda jauh dengan rizky, AllohTa’ala telah
menetapkannya jauh-jauh hari sebelum kita terlahir di dunia ini. Sudah
paripurna ketetapannya.
Pena telah diangkat, tinta telah kering. Bila dalam mengusahakn rizky kita diperintahkan untuk mencari yang halal-halal saja, demikian pula dalam mengusahakn jodoh. Rosululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“sesungguhnya Alloh Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang
baik-baik saja“(HR.
Muslim)
Bila kita selalu bersombayan dalam mencari rizky kelak, “carilah rizky dengan cara yang halal” maka begitu juga dengan jodoh kita harus berprinsip, “ carilah jodoh dengan cara yang halal”. Artinya dengan mengusahakan dari jalur yang halal kita berharap banyak keberkahan yang kita dapatkan dari AllohTa’ala. Sudah pasti ini yang diharapkan oleh seorang mukmin dalam semua bidang kehidupannya.
Namun, bila menempuh
jalan mencari jodoh dengan cara yang tidak halal sangat sulit bagi kita untuk
mendapatkan keberkahan kedepannya. Jadi segala upaya pencaraian jodoh yang
bernilai main-main dan dosa, seperti pacaran, berduaan dengan si dia sebelum
nikah hingga perzinaan, naudzubillah min dzalik mesti dibuang
jauh-jauh. Agar jodoh kita benar-benar
mengunduh keberkahan seperti rizky yang kita harapkan. Karena dosa-dosa
hubungan di luar nikah akan terus membuntuti kehidupan kita hingga akhirat
kelak bila tak diputus dengan bertaubat kepada AllohTa’ala.
Selama jodoh belum
datang jangan sibukkan diri kita dengan melakukan berbagai macam dosa dan
maksiat. Tapi sibukkan diri kita dengan berbagai hal-hal yang positif. Agar
jodoh kita kelak adalah yang terbaik. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan
selama jodoh belum datang, diantaranya adalah :
- Usaha Terbaik dengan Ilmu
Kita ingin jodoh yang baik? Tentu, semua muslim yang masih lurus
fitrahnya menginginkan pendamping hidup yang baik. Mereka ingin memiliki
istri/suami yang bertaqwa, mendambakan seseorang istri atau suami yang taat
kepada Alloh Ta’ala, selalu menegakkan sholat, menjalankan perintah-perintah Alloh
Ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Pasti kita menginginkan sosok yang
sholih atau sholihah.
Terus apa usaha kita untuk
mendapatkannya...??? Tentunya yang pertama kita upayakan adalah dengan
memperbaiki kondisi kita. Maksudnya yang kita perbaiki bukan fisik, melainkan
agama dan aqidah kita. Memperbaiki hati kita agar benar-benar menjadi hamba
yang sholih/sholihah.
Jalan untuk menuju perbaikan diri adalah dengan menuntut ilmu
agama. Ilmu menjadi bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam
menjemput jodoh dan menjadi modal utama dalam mengarungi kehidupan ini bersama
pasangan hidup. Tentunya ilmu agama-lah yang menyelamatkan kita di dunia dan
akhirat.
- Jadilah yang Bertaqwa
Jadi pribadi sholih/sholihah alias taqwa adalah bekal utama untuk
mendapatkan pasangan hidup yang baik. Kita menjadi mulia bukan karena bentuk
fisik kita, bukan pula karena harta, dan kedudukan kita. Tetapi kita menjadi
mulia karena ketaqwaan yang ada di dada kita. Bukankah Alloh Ta’ala juga hanya
menjadikan standar taqwa dalam menentukan kadar kemulian hamba-Nya...???
Bahkan orang akan saling bisa menggauli satu dengan yang lainnya
hanya dengan modal ketaqwaan semata. Rosululloh ShallAllohu ‘alaihi wa sallam
pernah bersabda,
“ Lihatlah,
engaku tidak akan baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam
sampai engkau menggauli mereka dengan taqwa.” (HR. Ahmad)
Nah, kah...??? bukan karena kulit putih yang menjadikan kita mulia,
bukan pula karna keturunan darah biru atau bangsawan, keturunan Arab, atau anak
konglomerat. Anyway bukan status keduniaan dan fisik yang jadi ukuran
kebaikan dan kemulian seseorang. Yang menjadikan seseorang mulia adalah karena
taqwa.
- Tetap Jaga Kesucian
Muncul pertanyaan, bagaimana kiat kita
yang sudah ingin menikah namun belum di beri kemampuan untuk merealisasikannya.
Alloh Ta’ala telah memberikan solusinya dalam firman-Nya
وَلۡيَسۡتَعۡفِفِٱلَّذِينَ
لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ
“ Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Alloh memampukan mereka dengan karunia-Nya. ” (QS: An-Nuur : 33)
Maksudnya adalah dengan menjaga diri dari sesuatu yang harom dan
menempuh segala hal yang dapat menjauhkan diri dari keharoman, seperti pacaran
dan hubungan terlarang lain yang dapat menjadikan seseorang tergerus dalam
kelamnya dosa.
Rosululloh ShallAllohu
‘alaihi wa sallam juga memberiakn saran kepada orang yang belum mampu
menikah untuk memperbanyak berpuasa, karena puasa dapat menjadikan tameng dari
godaan maksiat. Selain itu menyibukkan diri dengan dengan hal yang bermanfaat
bisa membantu meredamkan gejolak jiwa dan keinginan yang tidak benar. Kemudian
yang terakhir adalah memperbanyak do’a agar Alloh Ta’ala memberikan
kemampuan untuk segera menikah dan mempertemukan dengan jodoh idaman.
Hayoooo, siapa yang ingin jodoh terbaik...??? Pasti semua
orang yang masih berakal sehat ingin mendapatkan jodoh yang baik...!!! Aku
punya beberapa TRIX untuk mendapatkan jodoh yang terbaik, tapi harus di ingat
semua sudah di takdirkan Alloh...yang terpenting kita harus berdo’a dan
berusaha dulu iyya ndak...??? Okey dari pada penasaran ini trixnya:
1.
Yakin takdir Alloh
Masalah jodoh adalah ketetapan Alloh, siapa yang jadi
jodoh kita kelak sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.
Jadi tak perlu risau memikirkannya.
2.
Rencanamu tak harus
takdirmu
Kita mungkin berencana ingin menikah dengan seseorang.
Namun boleh jadi jodoh kita yang datang berbeda dengan rencana kita.
3.
Serahkan pada-Nya
Serahkan semuanya pada Alloh. Jangan panik bila jodoh
belum datang. Jangan bimbang bila teman lain sudah mendahului.
4.
Banyak-banyak doa’a
Selalu minta pada Alloh untuk memberikan kepada kita
jodoh yang terbaik kelak. Punya Agama yang baik dan berakhlak yang mulia.
5.
Hindari jalan pintas
Seperti pacaran dan segala bentuk hubungan tak legal
diluar nikah.
6.
Sholihkan diri
Perbanyak
ibadah semasa jodoh belum tiba. Karena orang yang terbaik tentu saja jodoh yang
pas baginya juga orang baik. Alloh Ta’ala berfirman,
ٱلۡخَبِيثَٰتُ
لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ
وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ
لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٢٦
“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga) ”
7.
Persiapkan baik-baik
Kehidupan setelah berumah tangga penuh liku sehingga
perlu persiapan ilmu, pengetahuan dan ketrampilan tersendiri.
8.
Gaul dengan teman-teman yang baik
Teman-teman yang baik, sholih demikian juga
ustadz ustadzah bisa menjadikan perantara aman dalam menjemput jodoh.
Sebelum
mengakhiri tulisan ini aku ingin berterima kasih kepada AllohTa’ala yang
telah menjadikan dia sebagai imam serta abi bagi anakku. Semoga kami
sekeluarga, dapat melabuhkan cinta ke daratan surga Firdaus-Nya atas ridho-Nya.
Aamiin.
》Ikov_Bia《





0 komentar