“Demi masa. Sesungguhnya
manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. al-Ashr : 1-3)
Pembahasan masalah waktu atau umur, merupakan pembahasan
yang sangat penting. Karena, waktu atau umur ini merupakan ra’sul maal (modal).
Waktu merupakan kehidupan. Jika seseorang tidak memanfaatkan modal ini dengan
baik dan benar, maka dia akan merugi. Jadi rugi atau tidaknya tergantung
bagaimana kita menggunakan waktu. Apakah untuk kebaikan, beramal shalih,
ketaatan kepada Allaah atau sebaliknya?
Sudah dimaklumi, banyak dalil dari nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah yang menjelaskan bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang. Menjelaskan pemilik iman yang bertingkat-tingkat, sebagaimana lebih sempurna imannya dari yang lainnya, dan diantara mereka yang disebut as-Saabiq bil khairaat, al-Muqtashid, dan zhaalim linafsihi. Ada juga al-Muhsin, al-Mukmin, dan al-Muslim. Semua ini menunjukkan bahwa mereka tidak berada dalam satu martabat dan iman itu bisa bertambah dan berkurang.
Shahabat Abu ad-Darda’ Uwaimir
al-Anshari radhiyallaahu ‘anhu berkata :
الإ يمان يزداد و ينقص
“Iman itu bertambah dan berkurang”
Berbicara
tentang cinta buta pada pasangan suami istri yang saat ini begitu menggejala
merupakan hal yang mendesak. Pasalnya, jika saja cinta buta dibiarkan dan tidak
segera disadarkan, ia akan benar-benar menjerumuskan pemiliknya ke dalam lumpur
dosa. Jika demikian yang terjadi, tentunya sangat mengancam masa depan pasangan
suami istri. Dalam waktu dekat atau tertunda sampai tempo yang dikehendaki oleh
Alloh Ta’ala, niscaya akibat buruknya akan menimpa.
Ramadhan berlalu cinta pun melaju.
Mending melaju ke arah depan yaa...???
Hla ini kebanyakan melajunya pada mundur ke belakang. Kebalik tuch...!!?
Yap, kita
lihat, seiring berlalunya Ramadhan yang berkah berlalu pula segala kecintaan
terhadap ibadah dan amal shalih. Masjid yang semula penuh sesak dengan jama’ah
kini hanya tinggal hitungan hari. Bacaan Al-Qur’an yang menghiasi waktu kini
tidak kedengaran lagi. Anak-anak yang rajin pergi ke TPA pun ikut surut seakan
kehilangan semangatnya.
Siapa manusia yang
berani mengklaim dirinya tidak berdosa...??? tidak ada seorang pun. Karena,
manusia tercipta dengan sifat kebodohan dan kezhaliman, maka manusia adalah
tempat salah dan lupa. Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam sendiri
menegaskan, bahwa semua anak manusia banyak salah.
Namun jauh lebih
berbahaya daripada kesalahan itu sendiri adalah menyepelekan sebuah dosa.
Karena dengan sikap itu seseorang akan sangat mudah melakukannya, tanpa ada
beban di hati. Lebih ironis lagi, jika dosa yang dia remehkan tersebut
sejatinya adalah sebuah dosa besar...!!! renungkanlah, jika dosa kecil yang
bertumpuk bisa membinasakan, lalu bagaimana dengan dosa besar...???
Ridho Terhadap Musibah
Melahirkan Hidayah
Bismillah, Assalamu’alaykum warahmatulloh...
Pena di angkat dan mengering seperti itulah takdir. Semua insan
pasti mempunyai takdir masing-masing. Takdir baik dan takdir tidak baik, baik
takdir yang tidak bisa dirubah oleh manusia dan takdir yang bisa dirubah oleh
manusia dengan ikhtiyar dan do’anya. Yang Alloh ciptakan pertama kali
adalah pena dan Alloh Ta’ala memerintahkan pena untuk menulis dari awal
penciptaan hingga nanti datangnya hari Kiamat itu sudah tertulis dalam kitab Lauhul
Mahfudz.








