Manhaj

Uswah Nabi Muhammad Shallallohu 'Alaihi wa Sallam

Rabu, September 09, 2015





Seorang Muslim meyakini bahwa siapapun dari zaman sekarang yang mati dalam keadaan kufur kepada risalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mengimani Beliau, maka temapt kembalinya dipastikan adalah Neraka dan akan berada di dalamnya selama-lamanya. Adanya kepastian Neraka menjadi tempat tinggal orang kafir kelak, maka perlakuan seorang Muslim terhadap kubur orang kafir dan orang yang berada di dalam kubur itu pun berbeda.
Di antaranya, Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan petunjuk kepada seorang A’rabi RadhiyAllôhu ‘anhu saat melewati kubur orang kafir. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إذامرر ت بقبر كافر فبشره با لنار

“ Bila engkau melewati kubur orang kafir, maka beritakanlah kepadanya neraka “. (HR. ath-Thabraani 1/19/1. Ash-Shahihah no.8).

Demikianlah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seorang Muslim yang melewati kubur orang-orang kafir. Satu petunjuk yang kurang diketahui oleh sebagian kaum Muslimin.

Syaikh al-Albâni rahimahullah mengatakan, “Hadits ini memuat satu pelajaran yang penting yang dilupakan oleh buku-buku fiqh. Yaitu, disyari’atkannya menyebutkan neraka sebagi tempat tinggal orang kafir bila melewati kuburnya. Syari’at ini jelas akan menyadarkan seorang mukmin dan mengingatkannya tentang amat berbahayanya kejahatan orang kafir (kepada Allôh Ta’ala) karna ia telah berbuat dosa besar yang mengalahkan seluruh dosa di dunia di hadapan-Nya, meskipun seluruh dosa itu dikumpulkan menjadi satu, yaitu dosa kekufuran kepada Allôh Ta’ala dan mempersekutukan-Nya yang Allôh Ta’ala menjelaskan betapa besarnya kemurkaan Allôh Ta’ala terhadap perbutan tersebut ketika mengecualikannya dari mendapatkan ampunan.
Allôh Ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ
“ Sesungguhnya Allôh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. “ (QS: an-Nisaa’ : 48)

Oleh sebab itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أكبر الكبائر أن تجعل للّه نداوقد خلقك
“ Dosa besar yang paling besar adalah engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia telah menciptakanmu ”. (Muttafaqun ‘alaih)

Ketidaktahuan akan petunjuk ini termasuk faktour yang menyebabkan kaum Muslimin terjatuh dalam hal yang berseberangan dengan petunjuk yang dikehendaki oleh Penentu syari’at Yang Maha Bijaksana (Allôh Ta’ala). Sesungguhnya kami telah melihat banyak kaum Muslimin mendatangi negri-negri kafir untuk menyelesaikan urusan-urusan pribadi mereka atau urusan umum. Mereka tidak hanya sibuk untuk menyelesaikan urusan-urusan tersebut, akan tetapi juga sengaja mendatangi sebagian kubur orang-orang kafir yang dianggap sebagai tokoh besar (dari negri tersebut), dan kemudian meletakkan karangan bunga di depan kuburan mereka dan berdiri dengan hening lagi tampak sedih di hadapan kuburan. Suatu tindakan yang menunjukkan keridhoan mereka dan hilangnya rasa marah  kepada tokoh-tokoh kufur tersebut. Padahal, sikap keteladanan yang baik dari para Nabi ‘Alaihimussalam menegaskan penentangan terhadap sikap-sikap tersebut, sebagimana disebutkan dalam hadits shahih dalam pembahasan ini.

Allôh Ta’ala berfirman, yang artinya :
“ Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allôh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allôh saja.” (QS : al-Mumtahanah :04)

Bila demikian sikap para Nabi terhadap orang-orang kafir ketika masih hidup, maka dapat diketahui pula ketegasan sikap mereka terhadap orang-orang kafir itu setelah mereka mati.” (Silsilatu al-Ahaditsi ash-Shahihah 1/55, h. 57-58). Wallôhu a’lam.



Dikutip dari Majalah As-Sunnah Romadhon-Syawwal 1435 H, hal 5-6. Rubik Baituna. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta.


Ikov_Bia

You Might Also Like

0 komentar