Goresan Cerita dari Yogyakarta
Senin, November 02, 2015
Bismillah
Assalamu’alaykum para nettizen... ;)
Hayooo siapa yang disini suka naik bus...???
yang suka silakan tunjuk gigi...ech tunjuk gigi...??? maksudku tunjuk
jari...!!! waaa, 1, 2, 3, . . . 1000 banyak juga yang suka naik bus. Yaa bus
sebuah alat transportasi yang sudah tak asing lagi bagi telinga kita dan alat
transportasi ini bisa di jumpai hampir disemua negara, baik negara maju seperti
Jepang dan negara berkembang seperti Indonesia.
Disini aku akan sedikit bercerita tentang
perjalananku dari Solo-Jogya dengan menaiki bus AKAP (Antar Kota Antar
Provinsi) jurusan Surabaya-Jogya. Bus yang berjurusan Surabaya-Jogya
diantaranya Bus Eka, Bus Mira, dan Bus Sumber Selamat. Disini pula aku akan sedikit
memberi informasi dari masing-masing bus itu, sehingga buat para nettizen yang
ingin traveling menggunakan bus bisa lebih selektif dalam memilih bus yang aman
dan nyaman. Baik dari pada nunggu lama simak yuck ceritanya...!!!
Jadi ini perjalananku pertama kali ke Jogya
menggunkan bus, bus yang aku naiki kala itu bus Mira. Aku merasa deg-degan
soalnya sopirnya ngebut, kata Abi ku yang menemani aku bahwa kalau sopir ngebut
itu dia mengejar jam atau kata lain agar tiba di Jogya dengan tepat waktu atau bahkan
ada sisa waktu untuk istirahat sebelum balik lagi ke Surabaya. Jika bus itu
terlambat tiba di Jogya atau Surabaya bus itu tak boleh berangkat. Boleh
berangkat harus nunggu jam keberangkatan hari berikutnya kalau dalam bahasa
dunia bus nama terpal.
![]() |
| Ini foto di dalam bus EKA |
Perjalanan yang aku tempuh kala itu sekitar jam
07:30 sampai di Fly Over Janti Jogya sekitar jam 09:00 nan karena jalanan yang
macet, terutama di daerah Klaten. Aku dan Abi turun di Fly Over Janti dan naik
bus trans Jogya. Hanya dengan 3500 rupiah kita bisa keliling kota Jogya dengan
cara translate dari bus satu ke bus lain. Tujuan utama aku dan Abi adalah Taman
Senopati atau lebih di kenal dengan Taman Pintar, tapi aku dan Abi hanya lewat
di depan Taman Pintar yang kala itu cukup ramai tumpah dengan anak-anak yang
sedang pariwisata, study tour, atau bahkan hanya sekedar refreshing saja. Di
Taman Senopati kita akan menjumpai puluhan kios yang tertata rapi menjajakan
buku-buku dagangannya.
Sesampainya di Taman Senopati aku langsung
menuju kesalah satu kios untuk membeli beberapa buku yang aku perlukan guna
menunjang perkuliahan. Buku-buku yang dijajakan disana cukup murah sehingga tak
menguras kantong di tambah lagi Kota Jogya juga terkenal dengan Kota pelajar.
![]() |
| Ini ruko-ruko yang di daerah belakang Taman Pintar |
![]() |
| Taman Pintar, belum di buka tapi sudah rame yang nunggu. |
Setelah aku dan Abi mendapatkan buku, tanpa membuang waktu aku dan Abi langsung
ke halte untuk kembali. Kami menaiki bus koridor 1B yang kemudian translate
entah dimana tempatnya dan bus apa yang kami naiki setelah translate aku lupa.
Setelah kami translate kami turun di Terminal Giwangan, Jogya dan kami pulang
menaiki bus Eka. Sekitaran jam 12 an kami sudah tiba di Solo waktu tempuh waktu
pulang hanya 55 menit.
Didalam perjalanan aku merasa kagum begitu
indah kota Jogya, apalagi saat bus melintas di jalan Fly Over kita bisa melihat
kota Jogya dari atas meski tak bisa keselurahan tapi cukup wow buat aku
sendiri...hhe di perjalan aku bisa melihat tempat-tempat yang cukup terkenal
dan tak asing di telinga ku pribadi misalnya Candi Prambanan. Yaa siapa sich
yang kenal candi satu ini, yang dimana dari kisah ini terjadi jalinan cinta
antara Rara Jonggrang dan Bandu Bondowasa. Dimana si Rara Jonggrang ini ingin
di buatkan 1000 candi dalam 1 malam oleh Bandu Bondowasa untuk membuktikan
cintanya itu. Dan si Bandu ini . . . bla bla bla (kalian pasti sudah tau
ceritnya jadi ndak usah aku ceritakan, dan yang belum bisa search di
Google...hhe Percaya atau ndak tentang cerita itu kita kembalikan kepada diri
kita masing-masing). Selain candi Prambanan, aku juga bisa melihat airport
internasional Adi Sujipto, UIN Sunan Kalijaga, dan banyak tempat yang
indah-indah terutama persawahan dan perkebunan.
![]() | |
| Ini foto fly over Janti |
Iyya buat temen-temen yang sedang main ke Jogya
atau punya rencana main ke sana jangan lupa membawa oleh-oleh makanan khas
Jogya yaitu Gudeg. Makanan khas Jogya yang tebuat dari buah nangka muda yang
rasanya itu makkk nyusss...hhe ;)
Baik aku sudah cerita sedikit tentang
perjalanan ke Jogya, sekarang sesuai janjiku aku akan memberikan sedikit
informasi kepada para nettizen mengenai bus-bus tadi. Simak baik-baik yaa
cerita ku...hhe
Okey pertama aku akan menceritakan atau memberi
informasi sedikit mengenai bus Eka. Bus Eka adalah salah satu bus AKAP jurusan
Surabaya-Jogya-Purwekerto ada juga jurusan Surabaya-Jogya-Magelang, dan
Surabaya-Semarang. Bus ini menurut aku bus yang nyaman karena bus ini adalah
bus “executive class”. Bus Eka ini memberikan beberapa kelebihan
dibandingkan dengan bus AKAP Surabaya-Jogya lainnya. Kelebihan yang diberikan
diantaranya :
-Reclining Seat
-AC
-Video and Sound System
-Free wi-fi
-Tempat duduk yang nyaman (seat 2-2)
- Sopir dan kondektur yang ramah
-Mendapat air mineral gratis 600 ml
-Mendapat service makan di RM Duta dengan biaya tambahan 15000 rupiah (tetapi service makan ini hanya berlaku untuk ke jurusan yang melewati Ngawi)
-Reclining Seat
-AC
-Video and Sound System
-Free wi-fi
-Tempat duduk yang nyaman (seat 2-2)
- Sopir dan kondektur yang ramah
-Mendapat air mineral gratis 600 ml
-Mendapat service makan di RM Duta dengan biaya tambahan 15000 rupiah (tetapi service makan ini hanya berlaku untuk ke jurusan yang melewati Ngawi)
Dengan beberapa fasilitas dan kelebihan yang
diberikan bus Eka, tarifnya pun cukup mahal akan tetapi jika dibandingkan
dengan fasilitas dan kelebihannya yaa sebandinglah. Iyya hampir terlewat bus
Eka ini ndak sembarangan menaikan penumpang apalagi kalau hanya jurusan yang
dekat-dekat bus ini ndak mau ditambah lagi apa bila kursi sudah penuh sudah
tidak boleh mengambil penumpang jadi tidak ada penumpang yang berdiri.
![]() |
| Bus EKA dari belakang |
![]() |
| Ini tarif bus EKA terbaru. |
![]() |
| WIFI bus EKA (Connect) |
| Tiket bus EKA terbaru |
Setelah membahas sedikit mengenai bus Eka kita
akan beralih ke bus Mira yang masih satu PO dengan bus Eka. Meskipun masih satu
PO tetapi bus ini memiliki perbadaan. Langsung saja aku akan menguraikan
sedikit mengenai bus Mira :
1. Tempat duduk cukup nyaman (seat 2-3)
2. AC
3. Video and Sound System
4. Supir, kernet, dan kondektur yang cukup ramah tapi ada sebagian yang jutek (mungkin tergantung moodnya)
1. Tempat duduk cukup nyaman (seat 2-3)
2. AC
3. Video and Sound System
4. Supir, kernet, dan kondektur yang cukup ramah tapi ada sebagian yang jutek (mungkin tergantung moodnya)
Itu sedikit dari bus Mira, bus Mira ini
termasuk kedalam jenis bus “economy class” yang dimana jika kursi penuh
penumpang bisa berdiri, bisa menaikan orang di sembarang tempat terkecuali jika
sudah masuk Terminal Tertonadi Solo untuk ke Jogya, bus ini sudah tidak
menaikan penumpang lagi hanya menurunkan karena ada bus AKAP yang tidak ber-AC
dan itu menjadi miliknya. Bus ini tarifnya biasa atau bisa dikatakan terjangkau
tidak seperti bus Eka tadi. Kadang-kadang supir bus ini ugal-ugalan jadi yang
mentalnya kaya aku (penakut untuk cari aman mending naik bus Eka)...hhe ;)
Setelah membahas bus Eka dan bus Mira, aku akan
beranjak ke bus Sumber Kencana. Siapa sich yang ndak tau bus Sumber Kencana
yang dulu sering tejadi kecelakan dan memakan banyak korban, sehingga orang
Jawa memplesetkan nama bus Sumber Kencana menjadi Sumber Bencana beralih
dari itu pasti itu tidak akan terjadi kecuali dengan seizin-Nya. Bus ini pun
berganti nama Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu meskipun masih ada beberapa bus
bernama Sumber Kencana. Bus ini tidak jauh beda dengan bus Mira dan rinciannya
hanya berbeda adalah pemilik perusahan bus ini.
Bus PO Sumber ini memiliki dua jurusan yaitu
jurusan Surabaya-Jogya dan Surabaya-Semarang. Belum lama ini bus Sumber juga
merilis bus “executive class” untuk jurusan Surabaya-Cilacap (via Jogya).
![]() |
| Ini kartu pelanggan punya Abi, aku, dan Kakakku (WIldan Al Farizi) |
Baik nettizen itu sekilas mengenai desc tentang
bus AKAP jurusan Surabaya-Jogya. Kita bisa memilih bus mana yang sesuai dengan
selera kita. Untuk yang ingin menggunkan bus “executive class” silakan
ada yang ingin menggunkan bus “economy class” boleh-boleh saja yang
penting kita bisa selamat sampai tujuan tanpa halangan apapun. Salam untuk para
busmania community yang ada di Indonesia.
Sekian cerita perjalanan di Jogya maaf jika
kurang menarik dan bahasanya membingungkan karena saya sangat amatiran dalam
menulis tapi ini sudah mencoba menata bahasanya sebaik mungkin. Dan semoga
bermanfaat informasi mengenai beberapa bus tadi.
NB : Maaf yang bus Mira saya tidak bisa menampilkan fotonya. Karena saya tidak punya.
Wassalamu’alaykum...
》Ikov_Bia《













0 komentar