Manhaj

Tiga Benteng Neraka

Rabu, Maret 09, 2016




Bismillah
Assalamu’alaykum nettizen...;)

Siapa sich yang ndak ingin selamat dari sambaran api neraka dan mendapatkan nikmat Allooh Ta’ala berupa surga...??? tentu semua semangat menjawab “sangat mau...!!!”
Tentu apa saja yang bisa membendungkan kemarahan Allooh Ta’ala dan menyelamatakan hamba dari amukan siksa neraka? Tentu ada sarana untuk mewujudkannya. Agama Islam yang notabene agama paling sempurna telah berbicara tentang semua hal yang menyangkut kebahagian dan kecelakaan hamba dan bagaimana meraihnya. Seperti halnya bagaimana seseorang bisa selamat dari dahsyatnya siksa neraka, paling tidak ada tiga hal yang mesti dijalani, yaitu :


Sangat takut kepada Allooh Ta’ala

Hamba yang takut kepada Allooh Ta’ala  mempunyai karakteristik kuat sebagaimana dalam firman-Nya,

“hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allooh ialah orang-orang yang beriman kepada Allooh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allooh, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
 
(At-Taubah :18)

Juga orang yang memiliki karakter seperi penjelasan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam,

لَا يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

“tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allooh Ta’ala hingga susu kembali masuk ke dalam kelenjarnya dan debu di jalan Allooh Ta’ala tidak akan berkumpul dengan asap neraka jahannam”

 (HR. at-Tirmidzi)

Intinya siapa yang memiliki rasa takut kepada Allooh Ta’ala  niscaya akan selamt dari neraka. Mengapa demikian...??? tentu, bagi yang benar-benar takut kepada-Nya akan senantiasa berupa kuat untuk menjaga hak-hak Allooh Ta’ala hanya yang takut kepada Allooh Ta’ala saja mereka yang benar-benar menjauhi semua larangan-Nya.

Berjihad di jalan-Nya

Tentang berjihad/berjuang di jalan Allooh Ta’ala sendiri Rosulullooh Shollallohu ‘alaihi wasaallam  telah memberikan gambaran indah tentang keutamaannya,

مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ

“barangsiapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allooh, diharamkan dirinya dari masuk neraka.”

(HR. Bukhori-Muslim)

Hadits ini secara tegas menerangkan tentang berjuang di jalan Allooh secara hakiki, yakni berperang karena membela agama Allooh Ta’ala. Bahkan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam menandaskan tentang kepulan debu di jalan yang dilalui dalam rangka berjihad di jalan Allooh Ta’ala “jangan menyingkir dari (debu jalanan), demi (Allooh) yang jiwaku berada ditangan-Nya. Sesungguhnya debu (di jalan Allooh) adalah benar-benar  aroma wewangian surga.”
Bahkan kata berjihad di jalan Allooh Ta’ala bisa memiliki makna berjalan ke masjid untuk sholat dan mengerakan kewajiban. Rosulullooh Shollallohu ‘alaihi wasaallam  bersabda,

لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوعٍ فِي خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا الْأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ

“tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allooh Ta’ala  dari dua tetesan atau dua bekas. Yaitu tetesan air mata kerena takut kepada Allooh Ta’ala dan tetesan darah yang mengalir di jalan Allooh Ta’ala. Adapun dua bekas yaitu bekas di jalan Allooh dan bekas melaksanakan kewajiban diantara kewajiban-kewajiban Allooh Ta’ala.”

(HR. at-Tirmidzi)

Jadi berbahagialah mereka yang berjuang untuk membela agama Allooh Ta’ala dan menjawab seruan guna mengerjakan serangkaian kewajiban yang diembankan kepadanya. Tentu semua itu harus diiringi dengan niatan yang ikhlas karena Allooh Ta’ala.

Menundukkan Mata

Rosulullooh  Shollallohu ‘alaihi wasaallam  pernah mengatakan,

“tiga golongan yang mata meraka tidak akan melihat neraka: mata yang berjaga di jalan Allooh Ta’ala, mata yang menangis karena takut kepada Allooh Ta’ala, mata yang menunduk dari yang diharamkan Allooh Ta’ala.” Sungguh telaj\h datang firman Allooh Ta’ala tentang menundukkan pandangan dari yang haram,
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS : An-Nuur : 30)

(HR. ath-Thabrani, Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighairihi)

Seseorang yang tak bisa menjaga pandangan matanya, tentu dia juga tidak bisa menjaga hatinya. Karena pandangan merupakan kecondongan hati seseorang. Kalau seseorang lebih condong mengumbar pandangan terhadap yang buruk dan diharamkan tentu hatinya memiliki kecondongan yang sama dengan matanya. Benarlah penyair yang mengatakan,

Tidakkah kamu melihat bahwa mata itu adalah pertanda hati
Adapun yang disukai mata maka hati akan condong kepadanya

Pandangan merupakan sarana setan paling ampuh untuk mengalahkan manusia sehingga tertawan dalam keharaman Allooh Ta’ala  bahkan tidak akan merasakan kelezatan iman di dalam hatinya. Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam bersabda,

“pandangana adalah panah diantara panah-panah beracun iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allooh Ta’ala, Ia memberinya pahala berupa keimanan yang ia rasakan kelezatannya dalam hatinya.”

(HR. ath-Thabrani, Ahmad, dan Hakim. Hadits dhoif)

Demikianlah, kecenderungan pandangan yang buruk akan menjauhkan seseorang dari manisnya iman bahkan akan menghantarkan kedalam kepedihan nereka yang tidak mengenal kasihan. Semoga  Allooh Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk membebaskan diri dari kobaran api neraka. Alloohul musta’an.


-Ustadz Kholid Syamhudi, Lc-


Ikov_Bia

You Might Also Like

0 komentar