Bismillah
Assalamu’alaykum
nettizen...;)
Siapa
sich yang ndak ingin selamat dari sambaran api neraka dan mendapatkan nikmat
Allooh Ta’ala
berupa surga...??? tentu semua semangat menjawab “sangat mau...!!!”
Tentu
apa saja yang bisa membendungkan kemarahan Allooh Ta’ala dan menyelamatakan hamba dari amukan
siksa neraka? Tentu ada sarana untuk mewujudkannya. Agama Islam yang notabene
agama paling sempurna telah berbicara tentang semua hal yang menyangkut kebahagian
dan kecelakaan hamba dan bagaimana meraihnya. Seperti halnya bagaimana
seseorang bisa selamat dari dahsyatnya siksa neraka, paling tidak ada tiga hal
yang mesti dijalani, yaitu :
Sangat takut kepada Allooh Ta’ala
Hamba
yang takut kepada Allooh Ta’ala
mempunyai
karakteristik kuat sebagaimana dalam firman-Nya,
“hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allooh ialah orang-orang
yang beriman kepada Allooh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allooh, maka
merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk.”
(At-Taubah :18)
Juga
orang yang memiliki karakter seperi penjelasan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam,
لَا
يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي
الضَّرْعِ وَلَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ
“tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut
kepada Allooh Ta’ala hingga susu kembali masuk ke dalam kelenjarnya dan debu di
jalan Allooh Ta’ala tidak akan berkumpul dengan asap neraka jahannam”
(HR. at-Tirmidzi)
Intinya
siapa yang memiliki rasa takut kepada Allooh Ta’ala niscaya akan selamt dari neraka. Mengapa
demikian...??? tentu, bagi yang benar-benar takut kepada-Nya akan senantiasa
berupa kuat untuk menjaga hak-hak Allooh Ta’ala hanya yang takut kepada Allooh Ta’ala saja mereka yang benar-benar menjauhi
semua larangan-Nya.
Berjihad di jalan-Nya
Tentang
berjihad/berjuang di jalan Allooh Ta’ala
sendiri Rosulullooh Shollallohu
‘alaihi wasaallam telah memberikan gambaran indah tentang
keutamaannya,
مَا
اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ
“barangsiapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allooh, diharamkan
dirinya dari masuk neraka.”
(HR. Bukhori-Muslim)
Hadits
ini secara tegas menerangkan tentang berjuang di jalan Allooh secara hakiki,
yakni berperang karena membela agama Allooh Ta’ala. Bahkan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam
menandaskan tentang kepulan debu di jalan yang dilalui dalam rangka berjihad di
jalan Allooh Ta’ala
“jangan menyingkir dari (debu jalanan), demi (Allooh) yang jiwaku berada
ditangan-Nya. Sesungguhnya debu (di jalan Allooh) adalah benar-benar aroma wewangian surga.”
Bahkan
kata berjihad di jalan Allooh Ta’ala
bisa memiliki makna berjalan ke masjid untuk sholat dan mengerakan kewajiban.
Rosulullooh Shollallohu
‘alaihi wasaallam bersabda,
لَيْسَ
شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ
دُمُوعٍ فِي خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَأَمَّا الْأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيضَةٍ مِنْ
فَرَائِضِ اللَّهِ
“tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allooh Ta’ala dari dua tetesan atau dua bekas. Yaitu tetesan
air mata kerena takut kepada Allooh Ta’ala dan tetesan darah yang mengalir di
jalan Allooh Ta’ala. Adapun dua bekas yaitu bekas di jalan Allooh dan bekas
melaksanakan kewajiban diantara kewajiban-kewajiban Allooh Ta’ala.”
(HR. at-Tirmidzi)
Jadi
berbahagialah mereka yang berjuang untuk membela agama Allooh Ta’ala dan menjawab seruan guna mengerjakan
serangkaian kewajiban yang diembankan kepadanya. Tentu semua itu harus diiringi
dengan niatan yang ikhlas karena Allooh Ta’ala.
Menundukkan Mata
Rosulullooh
Shollallohu ‘alaihi wasaallam pernah mengatakan,
“tiga golongan yang mata meraka tidak akan melihat neraka: mata
yang berjaga di jalan Allooh Ta’ala, mata yang menangis karena takut kepada
Allooh Ta’ala, mata yang menunduk dari yang diharamkan Allooh Ta’ala.” Sungguh
telaj\h datang firman Allooh Ta’ala tentang menundukkan pandangan dari yang
haram,
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “hendaklah mereka
menahan pandangannya.” (QS : An-Nuur : 30)
(HR. ath-Thabrani, Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini
hasan lighairihi)
Seseorang
yang tak bisa menjaga pandangan matanya, tentu dia juga tidak bisa menjaga
hatinya. Karena pandangan merupakan kecondongan hati seseorang. Kalau seseorang
lebih condong mengumbar pandangan terhadap yang buruk dan diharamkan tentu
hatinya memiliki kecondongan yang sama dengan matanya. Benarlah penyair yang
mengatakan,
” Tidakkah kamu melihat bahwa mata itu adalah pertanda hati
Adapun yang disukai
mata maka hati akan condong kepadanya ”
Pandangan
merupakan sarana setan paling ampuh untuk mengalahkan manusia sehingga tertawan
dalam keharaman Allooh Ta’ala
bahkan tidak akan
merasakan kelezatan iman di dalam hatinya. Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam
bersabda,
“pandangana adalah panah diantara panah-panah beracun iblis.
Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allooh Ta’ala, Ia memberinya
pahala berupa keimanan yang ia rasakan kelezatannya dalam hatinya.”
(HR. ath-Thabrani, Ahmad, dan Hakim. Hadits dhoif)
Demikianlah,
kecenderungan pandangan yang buruk akan menjauhkan seseorang dari manisnya iman
bahkan akan menghantarkan kedalam kepedihan nereka yang tidak mengenal kasihan.
Semoga Allooh Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk
membebaskan diri dari kobaran api neraka. Alloohul musta’an.
-Ustadz
Kholid Syamhudi, Lc-
》Ikov_Bia《



0 komentar