Journey of Love

Hedgetag Ingin Cantik

Minggu, November 06, 2016


“Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian,tapi ia melihat hati dan amal kalian.”

(HR. Muslim)
Apa definisi cantik menurutmu?
Jadi ini tulisan tentang keresahan sendiri saja sih soal ‘make up’.
Akhir-akhir ini seriiiing banget lihat video tutorial make up, ndak sampai searching sih, tapi nonton dari video yang muncul di explore atau home youtube atau dari youtuber yang disubcribe. Sampai sekarang sih tetap saja ndak hafal dan stepnya harus gimana. Aku akui, aku nonton karena penasaran dengan step sebanyak itu hasilnya akan seperti apa.
Ndak bisa dipungkiri emang hasilnya cantik-cantik dan rapi, aku juga suka lihat yang make up nya simple dan hasilnya ++++++ warbiasah cantiquenyaaa. Oh iya by the way aku hampir ndak pernah pakai make up karena ndak betah dan hampir ndak pernah ada kesempatan buat nyoba, maaf saja nih kalau respond saya norak. Aku suka lihat make up yang simple karena ndak jauh beda kaya tanpa make up, at least ndak pucat dan bekas jerawat ketutupan. Hehehe
Beberapa minggu yang lalu nemenin teman ke tempat jualan make up dari tempat bazar (masih digedung yang sama).
“Bia, temenin Aiko ya?”. Mintanya untuk ditemenin.
Yaudah karena dia sudah bantu aku ditempat sebelumnya, aku ikut nemenin.
“Bia suka pakai ini ndak? Bia, Aiko mau nyari ini. Bia, biasanya pakai yang mana?”. Belum sampai menjawab pertanyaan awal, sudah ditimpalin pertanyaan banyak dari Aiko.
“Aku ndak pernah pakai apa-apa buat muka Aiko, kecuali sabun muka atau sunblock, tapi itu kadang-kadang juga hehehe...” Aku cuma bisa jawab itu. ((biasalah emak-emak, ndak sempat megang ‘make up’. Repot megang panci, pisau, cucian, belum megang anak kalau rewel))
Untuk teman-teman yang suka nanya di ask.fm, email tentang perawatan muka ku, itu tuh jawabannya. Kemudian Aiko bilang “merawat tubuh, merawat muka itu penting loh, kan buat kita juga.” Aku hanya manggut-manggut saja, setuju atas pernyataan Aiko.

Jujur saja aku sebenarnya ndak terlalu percaya sama perawatan muka, selama 21 tahun (sudah tua aku) hidup, dan semenjak memakai sabun muka...hasilnya sama saja ndak cocok. Sekalinya cocok itu pakai Wardah. Kaget? Sama. Tapi ujung-ujungnya takut karena chemical thingy. Aku lebih percaya dengan air wudhu, dan aku memang lebih suka bangeeet cuci muka memakai air saja. Nah makanya kalau pakai make up juga ndak cocok, karena at least 2 jam basuh muka dengan air. Bisa-bisa boros tuh uang buat make up kalau dicuci mulu mukanya. ((Uang bulanan habis cuma buat beli make up bisa dimarahin do’i))

Lalu kami berhenti melihta-lihat lipstick juga, tiba-tiba Aiko mengambil sample lipstick dan langsung mencoba ke bibirnya,
“Loh Aiko? Kok dipakai? Itu bekas orang kan?.” Aku shocked.
“Emang gini Bia, harus dicoba kan cocok-cocokan.” Jawabnya dengan nada santai menjelaskan.
“Aku ndak pernah tahu sama sekali kalau dicoba langsung ke bibir, padahal itu kan bekas orang lain?”. Jawabku, dengan wajah kowai.
“Jadi setahu Bia apa?”. Tanyanya menyelidik.
“Setahuku cuma dilihat saja warnanya, atau at least coba ditangan. Terus beli dech, ndak sampai dicoba dibibir.” Jawabku dengan ilmu yang aku ketahui dalam memilih lipstick.
Aku memang ndak banyak tahu karena my role model, si Ummi juga ndak pernah memakai make up. She keeps her face like "apa adanya." Which is Abi juga ndak pernah masalahin, justru kalau pake mungkin jadi dipermasalahkan, karena sukanya mah yang sederhana-sederhana saja hehehehe.

Dulu itu setiap lihat orang make up-an kok rasanya menor dan tebel-tebel, jadi takut sendiri. Sekarang lihat teman-teman, lingkungan, pada memakai make up dan lihat make up yang simple jadi sedikiit (sedikit banget) rasa pengen nyoba (please jangan diketawain), tapi kalau diinget suka cuci muka jadi batal hehe. Daaan end up memilih sederhana-sederhana saja deh, tempat makan sederhana saja enak (onaka ndak peko peko).

Pas kemarin ikut acara Fahima yang temanya Wonderful Family di salah satu hoteh di Sur*baya, aku yang jadi tim dokumentasi jadi ikutan mendengar ceramahnya Ust. Cahyadi a.k.a Pak Cah. Aku jadi ngefans berat sama beliau kerena apa yang beliau jelaskan tentang Wonderful Family dan Pra-nikah itu jelas banget, ilmu baru, dan ndak bosenin. Di acara ini banyak pasangan muda, terutama mahasiswa-mahasiswa yang nikah muda, nah ada seorang laki-laki yang sudah menikah bertanya ke Pak Cah, "Sebelumnya Pak Cah bilang soal cantiknya Istri, nah cantiknya itu harus bagaiamana Pak?" Kemudian Pak Cah menjawab kurang lebih seperti ini, "Bapak jangan samakan istri bapak dengan artis-artis, apa lagi artis Korea, bukan dengan menyamakan apa lagi mengharuskan.”
"Cantik itu tidak didefinisikan tapi dirasakan, dan intinya cantik itu ada pada kesyukuran kita."

Seketika pikiran-pikiran yang meresahkan sebelumnya langsung hilang, "...pada kesyukuran kita."

Jadi keing
at filter snapchat yang bikin hidung mancung, aku yang memang pure hidunyanya pesek pas nyoba filter itu langsung serem sendiri. "Bukan gueeee." Inget jargon pengingat pas awal SMA "belum tentu hidung mancung bisa lebih cantik, syukuri syukuri syukuri." Bukan berarti pengen mancung, tapi suka diledekin pesek. Malah dulu kakak ku pernah bilang pas aku kelas 2 SD, "Bia coba deh setiap bangun pagi jepit hidungnya sama jari dan hitung selama 20 detik, itu bagus buat kesehatan." aku lakuin, sampai akhirnya kelihatan Ummi dan ditanya, "kamu ngapain?" yaudah aku cerita ke Ummi "....bagus buat kesehatan." Eh Ummi malah ketawa, "hahahaha itu mah kakak kamu iseng, biar kamu mancung hidungnya." besok-besoknya ndak ada lagi rutinitas jepit hidung pake jari.

Dulu pernah ditanya temen, “Bia kenapa ndak mau pakai make up? Sedikiiit saja, aku mau lihat.” Mintanya buat aku memakai make up, sedikiiiit saja.
“Ndak mau, ndak perlu pakai kaya gitu, dengan ndak memakai hal seperti itu, kita menunjukkan bahwa kita bersyukur atas apa yang Alloh kasih. Alloh kasih kita seperti ini kan kehendak-Nya, sesuai porsi kita juga. Jadi yaa bersyukur sajaaa.”
Alloh memang suka keindahan, tapi Alloh juga suka sama yang bersyukur. Cukuplah kita dengan merasa cukup.

Mau memakai baju yang manis saja milih-milih banget dan kadang keluarga terutama kakak  jadi kena sasaran, "ini bagus ndak? bagusan kaya gini atau endaaak?" trus kakak jawabnya, "mau diliatin siapa sih?" JLEB. Langsung inget niat.
Jangan sampai mau terlihat cantik, ganteng, tapi kita jadi lupa sama syarat berpakaian sesuai syari’at Islam. Ngeri yaa sebenarnya kalau kecantikan malah disalah artikan. Ndak perlu repot menghias penampilan, cukup menghias akhlak yang mulia, kamu jadi dapet inner beautynya. Lagian jangan mau atuh kalau cantiknya dipandang sama orang yang ndak tepat, yang bukan seharusnya. Ndak maukan kecantikannya dinikamati semua orang? :) Islam itu memuliakan kita para muslimah.

“Jadi kapan kamu pernah pakai make up?”
“Pas sudah dewasa ndak pernah juga..”
“Pas nikah?”
“Pas nikah cuma pakai bedak seperlunya, waktu itu periasnya bilang ke do’i, “ Ini istrinya ndak mau dipakaiin make up, gimana ini?” Dan do’i cuma  jawab, “ndak papa, terserah dia saja Mbak.” Begituuu..”

Aaaah indahnyaaa, mencintai dan menerima pasangan apa adanyaaaa.

 ”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhisannya adalah wanita sholehah.”

(HR.Muslim)

Semoga kita selalu mengingat batasan-batasan sesuai syar'i, tulisan penuh intropeksi diri dari pengalaman pribadi. Mau setuju atau ndak...??? Sekali lagi tulisan ini penuh tentang muhasabah diri,
Untuk menjadi pengingat sesama,



Ikov_Bia

You Might Also Like

0 komentar